Reading Station

Bila anda sempat mampir ke kampus UTM di Johor Bahru, maka terdapat satu pemandangan unik yang tidak terdapat di berbagai kampus universitas di Malaysia lainya. Yang dimaksud adalah keberadaan reading station. Konsep reading station sangat sederhana, menyediakan bahan pustaka untuk siapa saja yang mau membacanya, meminjam apa yang dia suka dan akan baca, kemudian mengembalikannya kapan saja ke tempat semula setelah tamat menikmatinya.

Program reading station ini dimulai tahun 2009 lalu yang merupakan inisiatif dari rektor baru (disini pimpinan universitas disebut Vice Chancellor yang mengikuti model di Inggris). Maksudnya adalah menyebarkan budaya membaca seluas mungkin bagi semua warga kampus. Tentu hal yang ironis bila di satu lembaga pendidikan ternyata minat bacanya minim. Untuk memberikan gambaran lebih jelas, ditampilkan beberapa foto reading station seperti di bawah ini:

Seperti terlihat pada foto di atas, pihak kampus menyediakan rak buku yang aksesibel. Sedangkan koleksi bahan pustakanya berasal dari warga kampus (dosen, mahasiswa dan pegawai) yang didonasikan khusus untuk reading station ini. Dari buku dan majalah yang terkumpul, petugas dari perpustakaan akan memberikan label nomor reading station dan menyiapkan buku catatan peminjaman koleksi pustaka yang ada. Pihak kampus bukannya tidak punya duit untuk membeli buku & majalah, namun mengajak warga kampus untuk ber-shadaqah sekaligus untuk menjadikannya sebagai milik bersama dan bisa menjaganya.

Lokasi reading station tersebar di berbagai gedung di kampus UTM, biasanya terdapat di unit-unit utama universitas. Mulai dari kantor rektor, tiap wakil rektor, tiap fakultas, lembaga riset utama, bagian administrasi kampus, pusat kegiatan mahasiswa sampai kepada asrama mahasiswa. Dan seperti yang bisa anda tebak, reading station ini hanya tidak ada di satu unit utama universitas saja, yaitu di perpustakaan (he he he).

Keberadaan reading station ini sedikit membantu untuk sekedar refreshing, misalnya  bila kita menunggu cukup lama proses administrasi di satu unit organisasi, maka iseng-iseng bisa melihat judul buku dan bila tertarik dengan satu buku/majalah bisa langsung membacanya di tempat itu juga. Kadang koleksinya pun unik, saya menemukan buku ‘Freakonomics’ di reading station bagian kepegawaian saat mengurus satu surat, meminjamnya dan sepuluh hari kemudian mengembalikannya. Di pusat kesehatan, sambil menunggu dipanggil dokter, koleksi di reading station-nya terdapat majalah reader digest yang isinya ringan dan enak dibaca.

Bila beberapa sekolah di Indonesia mempromosikan warung jujur; maka di UTM diterapkan konsep yang sedikit berbeda dalam rangka membudayakan membaca dan menggali pengetahuan yaitu melalui reading station.  Hanya anda dan Tuhan yang tahu dengan jelas, apakah anda mengambil buku tanpa mengembalikannya di satu reading station, atau berperilaku jujur supaya pihak lain bisa membaca dan terinspirasi dengan isinya.

Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Malaysia, UTM. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s