Jalan-Jalan di Taman Kinabalu

Bila anda bepergian ke Sabah sempatkanlah untuk mengunjungi Taman Kinabalu. Lokasinya sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Kinabalu (KK) yang dapat dicapai dengan bis atau taksi (disini disebut ‘kereta sewa’) di terminal bis KK. Bila pergi  dengan bis maka ongkosnya sekitar RM 20/orang; sedangkan untuk taksi mencapai RM 30-40 per orang (tergantung militansi anda dalam hal tawar-menawar). Taman Kinabalu merupakan pintu masuk ke Gunung Kinabalu; tidak seperti halnya naik gunung yang perlu ijin dan reservasi terlebih dahulu, untuk masuk ke Taman Kinabalu prosesnya sederhana. Bila memang karena kondisi fisik atau finansial yang terbatas untuk naik Gunung Kinabalu, maka jalan-jalan di sekitar taman (jungle tracking) pun menawarkan pengalaman dan petualangan yang berkesan sekaligus refreshing yang bermutu. Tulisan ini adalah upaya tanggung jawab publik bagi saya pribadi berhubung jalan-jalan di Taman Kinabalu ini disponsori oleh kerajaan (maksudnya Pemerintah Malaysia).

Jalan-jalan di Taman Kinabalu ini dilakukan pada tanggal 17-19 Mei 2011 sebagai bagian aktivitas mengantar mahasiswa di luar kampus. Saat yang tepat untuk jalan-jalan di taman adalah pagi hari sekitar pukul 8 pagi dimana udara sudah mulai hangat dan cerah, karena biasanya lewat tengah hari kabut sudah mulai turun dan dilanjutkan dengan hujan besar (foto bawah kanan). Bila anda perlu menginap, maka lokasi yang berdekatan dengan Taman Kinabalu dengan harga yang relatif terjangkau, saya sarankan di Bayu Kinabalu Lodge; tersedia sewa kamar untuk satu malam dari yang temurah RM 15/orang (menampung sampai delapan orang) hingga ke RM 80 per kamar. Juga terdapat restoran yang berdekatan dengan menu dan harga makanan yang mirip seperti di kedai makan lainnya di Sabah.

  

Menuju ke gerbang Taman Kinabalu, dari tempat penginapan berjalan kaki sekitar 300 meter. Saat memasuki gerbang, anda perlu membayar bea masuk seperti tarif yang ada di foto di bawah. Bila anda orang Indonesia, maka cukup tampilkanlah wajah anda, biasanya anda akan dikenakan biaya RM 3 saja; namun kalau anda berbicara dengan petugas, maka dia langsung tahu dari logat yang digunakan bahwa anda memang bukan orang Malaysia dan harus membayar lima kali lipatnya (RM 15). Saya sendiri membayar RM 3 saja, dengan alasan saya bekerja untuk mencerdaskan rakyat Malaysia dan membayar pajak penghasilan kepada pemerintah Malaysia.

 

Di sekitar gerbang setiap harinya ramai dengan turis-turis asing (bule dan asia timur) yang akan melakukan pendakian ke Gunung Kinabalu, lengkap dengan atribut dan peralatan mendaki. Terdapat juga denah wilayah Taman Kinabalu yang cukup besar yang menggambarkan jaringan jalur perjalanan (networks of trail).  Pada foto sebelah kanan, jalur yang berwarna hitam adalah jalan aspal, sedangkan kurva dengan garis tipis adalah jalur jalan setapak yang menarik untuk dilalui. Perbekalan yang perlu anda bawa untuk jungle tracking ini adalah air minum dan makanan ringan; sebaiknya menggunakan sepatu, celana panjang yang ringan dan jangan lupa untuk membawa kamera untuk dokumentasi.

Terdapat berbagai jalur perjalanan yang menarik untuk dilalui. Diantaranya adalah Kiau View Trail sepanjang 2,5 km, Silau-Silau Trail (3 km), Mempening Trail (2,5 km), Bukit Ular Trail (0,9 km), sampai kepada yang terjauh Liwagu Trail (5,6 km). Untuk permulaan baiknya anda melakukan perjalanan di Kiau View Trail, walaupun naik-turun bukit namun medannya tidak terlalu menanjak dan diselingi dengan jalur mendatar. Dimulai dengan jalur masuk yang berdekatan dengan gerbang Taman Kinabalu, dengan jalan santai sepanjang perjalanan, trek Kiau View dapat ditempuh selama satu jam dengan berjalan santai. Tidak perlu takut tersesat saat menjalani trail ini, karena jalur yang ada Nampak dengan jelas seperti foto-foto di bawah ini.

 

Sepanjang jalan juga tersedia berbagai patok dan penunjuk arah yang memberi tahu telah berapa jauh anda telah menempuh jalur ini. Foto di bawah kanan menunjukkan pohon yang diselingi lumut, bagian yang ada lumut menunjukkan arah mata angin, dimana matahari bersinar saat pagi hari [bandingkan dengan bagian sebelah kirinya]

 

 

Terdapata beberapa objek foto yang menarik untuk diabadikan, seperti pohon yang terlihat ‘rumit’ dan tamanan yang sedang berbunga ataupun masih kuncup.

 

Bila anda beruntung anda pun dapat menjumpai hewan yang kebetulan melintas, dan segera mendokumentasikannya. Namun untuk bisa seperti itu maka usahakan perjalanan anda tidak ribut dan tergesa-gesa. Tidak diduga saat berjalan di Kiau View Trail, ada burung kecil mirip puyuh (yang tidak bisa terbang) melintas, dengan ciri kepala dan ekor berwarna merah jambu (foto di bawah). Hewan lain yang kebetulan dijumpai saat berjalan di luar jalur aspal adalah kaki seribu.

Setelah menempuh perjalanan sepanjang 2,5 km di Kiau View trail, maka akan berakhir di jalan raya yang membelah Taman Kinabalu. Selanjutnya anda bisa meneruskan jungle tracking ini ke Silau-Silau Trail sepanjang 3 km. Kalau di jalur Kiau View yang dilalui adalah naik dan turun bukit, maka di jalur Silau-Silau adalah menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan anda akan mendengar suara air gemericik di sungai kecil. Jalur ini mempunyai keunikan tersendiri dimana vegetasi hutannya lebih rapat dan jalan setapaknya lebih basah dan kadang berubah menjadi anak sungai bila hari sebelumnya turun hujan besar.

 

Tempat yang dilalui oleh Silau-Silau Trail diantaranya adalah Botanical Garden, anda bisa berkunjung ke dalamnya dengan  membayar bea masuk. Bila memang tidak berminat, bisa meneruskan perjalanan yang akan berujung kembali ke gerbang Taman Kinabalu lagi. Total waktu tempuh selama di Silau-Silau Trail sedikit lebih lama dibanding Kiau View trail. Selanjutnya anda bisa istirahat dulu.

Bila dirasa cukup fit dan ingin menempuh perjalanan yang lebih menantang, maka Liwagu Trail sejauh 5,6 km menjanjikan pengalaman yang lebih menarik. Jalurnya beragam, antara naik-turun bukit, susur sungai, sampai kepada jalan setapak yang berbatu (mirip seperti anda menaiki Gunung Kinabalu). Perjalanan dimulai dekat dengan gerbang Taman Kinabalu, dan ujung dari Liwagu Trail adalah ke Gerbang Timpohon yang merupakan check point sebelum melakukan pendakian ke Gunung Kinabalu. Bila Liwagu Trail sudah ditempuh, dan anda kelelahan untuk melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, tersedia kendaraan jenis van atau bis kecil yang akan membawa anda kembali ke gerbang Taman Kinabalu dengan membayar ongkos pengangkutan.

Ini sebagai panduan ringkas bila anda ingin melakukan perjalanan di hutan tropis di Sabah di Taman Kinabalu. Anggaplah sebagai alternatif wisata yang murah-meriah dan sedikit mewah serta bisa berkesan dan menyehatkan🙂.

Pos ini dipublikasikan di Wisata. Tandai permalink.

2 Balasan ke Jalan-Jalan di Taman Kinabalu

  1. mun di garut, pengelolaanana jeung perawatan sarana prasarana profesional jiga kieu. Bakal beunghar urang garut nya?

    • deceng berkata:

      pasti atuh kang, turis teu eureun-eureun datang ka Taman Kinabalu, karena tahu kualitasna dijaga. Keuntungan ekonomi oge terus berlanjut🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s