Penilaian Kinerja (Guru PNS)

Bekerja sebagai guru CPNS ternyata banyak hal yang tidak begitu jelas dalam hal hak dan kewajiban, apalagi selama dua tahun pertama. Salah satunya adalah mengenai penilaian kinerja. Bagi seorang pegawai penilaian kinerja adalah hal yang penting untuk diketahui, apa saja prestasi kerja yang sudah dilakukan (track record), rencana kerja ke depan ataupun mengukur kinerja dengan rekan sejawat.

Pada tahun kedua kerja sebagai guru, baru mengetahui tentang penilaian kinerja yang resmi berlaku bagi setiap PNS (dan CPNS) yang biasa disebut DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan), rujukan lebih lengkap bisa di-klik tautan dari BKN ini. Pada waktu pertama kali menerima DP3, ternyata banyak ketidakpuasan dikemukakan oleh rekan yang lain, yang membuat ikut-ikutan protes dan mengkritik terhadap penilaian satu unsur yang ditetapkan oleh atasan. Ternyata sang atasan pun tidak bisa memberikan argumentasi terbuka kenapa nilainya segitu, jalan keluar yang diambil pun ‘memenuhi’ keinginan bawahan.

Belakangan baru lebih paham kenapa hal di atas itu bisa terjadi. Kalau melihat unsur yang dinilai dalam DP3, sangat kentara unsur yang memang sulit untuk diukur (misalnya unsur kesetiaan, ketaatan, kejujuran).  Dalam lingkup guru sekolah, yang paling mudah mungkin melihat apakah menggunakan seragam, hadir dalam upacara atau disiplin dalam absensi kerja; tapi bagaimana hal itu menjadi kriteria dan berubah jadi angka dalam DP3? Tidak terdapat petunjuk yang jelas yang bisa jadi rujukan oleh penilai dan yang dinilai.

Tidak adanya kesepakatan penilaian kinerja yang jelas dan transparan antara dua pihak (atasan-bawahan) ini, merupakan satu hal yang menyebabkan DP3 hanya sebagai kelengkapan administratif saja. Bagi atasan yang ‘cari aman’, mudahnya adalah menaikkan nilai dari tahun sebelumnya; tentu akan jadi masalah dan menimbulkan banyak protes bila sebaliknya. Kita pun akan kesulitan untuk mengetahui seberapa baik prestasi kerja  yang dilakukan dengan teman sejawat; dengan asumsi ‘cari aman’, maka yang sial adalah guru baru karena akan diberikan nilai aman di tingkatan awal (guru lebih senior akan dapat porsi kenaikan sesuai lamanya mengabdi).

Kejadian lucu dengan DP3 ini dialami kembali saat melakukan tugas belajar di luar negeri (total lima tahun di dua negara berbeda). Instansi tempat saya terdaftar sebagai PNS, ternyata tetap menerbitkan DP3 walaupun sudah jelas orang yang dinilainya tidak pernah ada di tempat kerja dan tidak diketahui bagaimana si pegawai berperilaku dan melaksanakan tugas.

Pos ini dipublikasikan di Guru. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penilaian Kinerja (Guru PNS)

  1. Ping balik: Penilaian Kinerja Pensyarah | Blog Catatan Ngejar Setoran

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s